Wajah Sistem Pendidikan di Indonesia

22 May

post-15Kita sebagai orang tua seringkali mengikutkan anak kita berbagai macam les tambahan di luar sekolah seperti les matematika, les bahasa inggris, les fisika dan lain-lain. Saya yakin hal ini kita dilakukan untuk mendukung anak agar tidak tertinggal atau menjadi yang unggul di sekolah. Bahkan, terkadang ide awal mengikuti les tersebut tidak datang dari si anak, namun datang dari kita sebagai orang tua. Benar tidak?

Memang, saat ini kita menganggap tidak cukup jika anak kita hanya belajar di sekolah saja, sehingga kita mengikutkan anak kita bermacam-macam les. Kita ingin anak kita pintar berhitung, kita ingin anak kita mahir berbahasa inggris, kita juga ingin anak kita jago fisika dan lain sebagainya. Dengan begitu, anak memiliki kemampuan kognitif yang baik.

Ini tiada lain karena, pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognisi. Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting yang tanpa kita sadari telah terabaikan. Apa itu? Yaitu memberikan pendidikan karakter pada anak didik. Saya mengatakan hal ini bukan berarti pendidikan kognitif tidak penting, bukan seperti itu!

Maksud saya, pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Beberapa kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya justru tidak dermawan, seorang politikus malah tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.

Ada sebuah kata bijak mengatakan, ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Sama juga artinya bahwa pendidikan kognitif tanpa pendidikan karakter adalah buta. Hasilnya, karena buta tidak bisa berjalan, berjalan pun dengan asal nabrak. Kalaupun berjalan dengan menggunakan tongkat tetap akan berjalan dengan lambat. Sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif, maka akan lumpuh sehingga mudah disetir, dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Untuk itu, penting artinya untuk tidak mengabaikan pendidikan karakter anak didik. Lalu apa sih pendidikan karaker itu?

Jadi, Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakter pada anak didik. Saya mengutip empat ciri dasar pendidikan karakter yang dirumuskan oleh seorang pencetus pendidikan karakter dari Jerman yang bernama FW Foerster. Pertama, pendidikan karakter menekankan setiap tindakan berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik menghormati norma-norma yang ada dan berpedoman pada norma tersebut. Kedua, adanya koherensi atau membangun rasa percaya diri dan keberanian, dengan begitu anak didik akan menjadi pribadi yang teguh pendirian dan tidak mudah terombang-ambing dan tidak takut resiko setiap kali menghadapi situasi baru. Ketiga, adanya otonomi, yaitu anak didik menghayati dan mengamalkan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadinya. Dengan begitu, anak didik mampu mengambil keputusan mandiri tanpa dipengaruhi oleh desakan dari pihak luar. Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan adalah daya tahan anak didik dalam mewujudkan apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan marupakan dasar penghormatan atas komitmen yang dipilih.

Pendidikan karakter penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya. Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan.

Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis dan kognisinyan (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Dan, kecakapan soft skill ini terbentuk melalui pelaksanaan pendidikan karater pada anak didik.

Berpijak pada empat ciri dasar pendidikan karakter di atas, kita bisa menerapkannya dalam pola pendidikan yang diberikan pada anak didik. Misalanya, memberikan pemahaman sampai mendiskusikan tentang hal yang baik dan buruk, memberikan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan dan mengeksplorasi potensi dirinya serta memberikan apresiasi atas potensi yang dimilikinya, menghormati keputusan dan mensupport anak dalam mengambil keputusan terhadap dirinya, menanamkan pada anak didik akan arti keajekan dan bertanggungjawab dan berkomitmen atas pilihannya. Kalau menurut saya, sebenarnya yang terpenting bukan pilihannnya, namun kemampuan memilih kita dan pertanggungjawaban kita terhadap pilihan kita tersebut, yakni dengan cara berkomitmen pada pilihan tersebut.

Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan metode pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Selain itu, di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar juga sebaiknya diterapkan pola pendidikan karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dilahirkan dari sistem pendidikan karakter.

eka yulianingtias comunity

22 May

ARB Difavoritkan Pemilih Pemula

22 May

aburizal-bakrie130505cPengamat politik Universitas Indonesia Boni Hargens mengkritik hasil survey Lembaga Survey Nasional (LSN) yang menyebut Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) di posisi favorit teratas oleh pemilih pemula. Menurutnya survei LSN sulit diterima akal sehat.

“Bagaimana elektabilitas Ical tertinggi sedangkan masalah Lapindo belum selesai,” kata Boni kepada Liputan6.com di Jakarta, Minggu (5/5/2013).

Boni menilai sosialisasi gencar yang dilakukan ARB yang juga akrab disapa Ical tidak bisa serta merta menghapus jejak hitam Ical di Lapindo. Bahkan, logika publik tidak bisa dikalahkan hanya dengan hasil-hasil survei. “Kasus lumpur Lapindo masih becek untuk Ical,” jelas Boni.

Ia meminta kalangan pemilih pemula bersikap kritis dalam menghadapi berbagai strategi kampanye kandidat calon presiden (capres). “Para pemilih pemula jangan terjebak dalam euforia demokrasi yang baru pertama kali dirasakan,” ujar Boni.

“Mereka harus kritis dengan gerakan politik,” imbuh Boni

Ia juga meminta kepada media massa juga mesti menjalankan fungs edukasi atau mendidik kepada publik. Media berperan mengungkapkan rekam jejak masing-masing kandidat capres ke publik. “Media berperan mengangkat dosa masing-masing calon,” ujarnya.

“Di era demokrasi seperti sekarang, media merupakan satu-satunya sekoci penyelamat masyarakat,” imbuh Boni.

Ia menambahkan sulit bagi masyarakat mengkritisi para kandidat capres tanpa informasi obyektif yang disajikan media. “Media juga harus fair,” tegas Boni.

Survei terbaru LSN, yang dilakukan pada 1 sampai dengan 7 April 2013, menunjukan ARB terfavorit bagi pemilih pemula dalam Pemilu 2014 nanti.

“Mengenai capres dari kalangan politik, ARB, paling banyak dipilih responden. Sebanyak 18.6% responden memilih ARB,” ujar Peneliti Utama LSN, Dipa Pradipta.

Ia menjelaskan keberhasilan ARB menarik simpati pemilih muda, tidak lepas gencarnya Ketua Umum Partai Golkar itu melakukan sosialisasi di kalangan anak-anak remaja tersebut. “Iklan-iklan ARB belakangan ini lebih banyak diarahkan untuk pemilih pemula,” imbuh Dipa.

Ia menilai kalangan pemilih pemula melihat ARB sebagai tokoh yang sudah kaya sehingga tidak larut dalam berbagai kebijakan yang koruptif. “ARB juga dinilai sebagai seorang konglomerat yang menguasai masalah perekonomian nasional,” imbuh Dipa.

Survei LSN itu dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh penduduk Indonesia, yang berusia 16 sampai dengan 20 tahun atau mereka yang baru pertama kali memiliki hak pilih pada Pemilu 2014 mendatang.

Jumlah sampel sebanyak 1230 responden, yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling. Simpangan kesalahan (margin of error) sebesar 2.8% dan pada tingkat kepercayaan (level of convidence) 95%. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan responden, dengan berpedoman pada quesioner. Survei tersebut, dilengkapi dengan riset kualitatif melalui wawancara mendalam (deep interview) dan analisis media.

Cara Membatik

21 May

78.jpg

Seni batik pada dasarnya merupakan seni lukis dengan bahan: kain, canthing dan malam sebangsa cairan lilin. Canthing biasanya berbentuk seperti mangkuk kecil dengan tangki (pegangan) terbuat dari kayu atau bambu dan bermoncong satu atau lebih. Canthing yang bermoncong satu untuk membuat garis, titik atau cerek, sedangkan canthing yang bermoncong beberapa (dapat sampai tujuh) dipakai untuk membuat hiasan berupa kumpulan titik-titik.

Masih bertahannya seni batik sampai jaman moderen ini, tidak dapat dilepaskan adanya kebanggaan, adat tradisi, sifat religius dari ragam hias batik, serta usaha untuk melestarikan pemakai batik tradisional dan tata warna tradisional. Dilihat dari proses pembuatannya ada batik tulis dan batik cap. Dengan semakin berkembangnya motif dan ragam hias batik cap, mengakibatkan batik tulis tradisional mengalami kemunduran. Hal ini dapat dimengerti sebab batik tulis secara ekonomis harga relatif mahal dan jumlah pengrajin batik tulis semakin berkurang.

Sekarang ini ada beberapa daerah yang masih dapat dikatakan sebagai daerah pembatikan tradisional. Daerah yang dimaksud antara lain: Surakarta, Yogyakarta, Cirebon, Indramayu, Garut, Pekalongan, Lasem, Madura, Jambi, Sumatera Barat, Bali dan lain-lain.

Surakarta atau Surakarta Hadiningrat juga dikenal dengan nama Solo merupakan ibukota kerajaan dari Karaton Surakarta Hadiningrat. Surakarta merupakan pusat pusat pemerintahan, agama dan kebudayaan. Sebagai pusat kebudayaan Surakarta tidak dapat dilepaskan sebagai sumber seni dan ragam hias batiknya. Ragam hias batik umumnya bersifat simbolos yang erat hubungannya dengan filsafat Jawa-Hindu, misalnya :

a) Sawat atau hase sayap melambangkan mahkota atau perguruan tinggi.

b) Meru gunung melambangkan gunung atau tanah

1) c) Naga ular melambangkan air (tula atau banyu)

2) d) Burung melambangkan angin atau dunia atas

3) e) Lidah api melambangkan nyala api atau geni

4) Penciptaan ragam hias batik tidak hanya memburu keindahannya saja, tetapi juga memperhitungkan nilai filsafat hidup yang terkandung dalam motifnya. Yang dalam filsafat hidup tersebut terkandung harapan yang luhur dari penciptanya yang tulus agar dapat membawa kebaikan dan kebahagiaaan pemakainya. Beberapa contoh :

5) a. Ragam hias slobong, yang berarti agak besar atau longgar atau lancar yang dipakai untuk melayat dengan harapan agar arwah yang meninggal dunia tidak mendapat kesukaran dan dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

6) b. Ragam hias sida mukti, yang berarti jadi bahagia, dipakai oleh pengantin pria dan wanita, dengan harapan agar pengantin terus-menerus hidup dalam kebahagiaan.

7) Dengan demikian dapatlah dinyatakan bahwa ragam hias dalam seni batik aturan dan tata cara pemakainya menyangkut harapan pemakainya. Disamping itu, khusus di Karaton Surakarta, ragam hias batik (terutama kain batik) dapat menyatakan kedudukan sosial pemakainya, misalnya ragam hias batik parang rusak barong atau motif lereng hanya boleh dipakai oleh raja dan putra sentana. Bagi abdi dalem tidak diperkenankan memakai ragam hias tersebut.

8) Seni batik bagi Karaton Surakarta merupakan suatu hal yang penting dalam pelaksanaan tata adat busana tradisional Jawa, dan dalam busana tradisional ini kain batik memegang peranan yang cukup penting bagi pelestarian dan pengembangan seni budaya jawa kedepan

9) Kain Batik Tertentu Dipercaya Daya Gaib Kepada Pemakainya.

10) Jangan sembarang memakai batik, motif batik tertentu dipercaya memberikan kekuatan pada pemakainya. Maka si pemakai juga bukan orang sembarangan, batik jenis itu disebut batik larangan.

11) Batik larangan banyak tersebar di Yogyakarta, Surakarta dan Cirebon. Di tiga daerah itu ada karaton yang dihuni oleh para Sultan. Disana batik berperan penting dalam upacara tradisional karaton. Pelbagai motif khusus masih diakui menjadi milik karaton antara lain : Kawung Parang, Cemukiran, Udan Liris dan Alas-Alasan.

Fungsi batik :

Fungsi batik sebenarnya adalah untuk motif “dekorasi”/hiasan pada pakaian baik lelaki maupun perempuan, Pada awalnya semua bahan pakaian yang terbuat dari alam, baik dari serat tumbuhan, maupun hasil dari binatang, berwarna sesuai dengan warna aslinya. Misal yang dari serat tumbuhan berwana agak keputih-putihan sesuai dengan warna seratnya; kapas, kapuk, serat nenas, serat kulit pohon dsb. Demikian yang dari binatang, loreng kalau dari kulit harimau, putih kalau dari bulu domba, keperakan kalau dari benang sutra dan sebagainya. Setelah dikenal warna pencelupan (aslinya dari warna bebatuan/tanah liat dan getah kulit pohon) maka yang awalnya polos putih, lalu diberi warna hitam, coklat dengan getah pohon (mahoni misalnya) merah, biru dll dengan mineral tanah.
Karena kurang puas dengan warna polos maka mulailah manusia mencari motif lain, seperti diberi coretan-coretan gambar, tetap dengan memakai warna dasar mineral tanah, atau getah tumbuhan, misal dengan gambar binatang, alam, dan sebagainya. Untuk orang Asia tenggara motif-motif gambar tercetus dari gambar alam.alat-alat sehari yang dipakai atau/dan binatang menggunakan pewarna tetap dari alam, dan dengan bantuan lilin, mereka menciptakan batik tersebut, digambar secara berulang-ulang sehingga tercipta “lukisan” batik pada kain yang akan dibuat baju. Sekarang dengan kemajuan tehnologi pewarnanya telah beralih ke bahan kimia walaupun bahan dasarnya tetap memakai lilin (malam). Batik tidak hanya dikenal di Indonesia, di Thailand, Kamboja, Malaysia juga mengenal batik dengan pola mereka masing-masing (hanya untuk negara Jiran Malaysia, karena penduduknya banyak juga yang berasal dari Indonesia, mereka lalu banyak mengakui bahwa batif motif jawa yang dibuat oleh orang dari Jawa, tekadang diakui bahwa itu asli kreasi Malaysia asli). Tapi dalam perkembangannya, bati Indonesia lebih berkembang (terutama di Jawa) dibanding negara Asia Tenggara lainnya. Pada tahun 50 – 80 an Thailand dan Kamboja banyak mengimport batik dari Jawa. Tapi sekarang mereka juga mengembangkan batik nya sendiri.
Jadi sekarang batik merupakan identifikasi karya suatu bangsa, selain tentu saja untuk hiasan pakaian agar tampil beda. Kalau anda ikut konfrensi internasional, lalu anda memakai baju batik, tentu mereka akan “melirik” kagum pada anda

Jenis batik yang digunakan :

*** Kawung*** :

Corak ini bermotif bulatan mirip buah kawung (sejening kepala) yang ditata rapi secara geomatris. Palang hitam-hitam dalam bulatan diibaratkan biji kawung untuk orang Jawa, biji itu lambang kesuburan.

Motif kawung juga bisa diinterprestasikan sebagai gambar lotus (teratai) dengan empat lembar daun bunga yang merekah. Lotus melambangkan umur panning dan kesucian.

Beberapa variasi kawung adalah ceplok, truntum dan sidomukti. Salah satu variasi lain tumbal, diperuntukkan kaum brahmana dan cendekiawan.

Makna dari motif yang digunakan :

Motif ini bergambar nama bunga pohon aren (buah kolang-kaling). Bathik kawung berbentuk geometris segi empat didalam pengartian kebudayaan jawa melambangkan suatu ajaran tentang terjadinya kehidupan manusia.

Pada awalnya bathik kawung ini dipakai dikalangan keluarga kerajaan, tetapi setelah Mataram terbagi dua corak, ini dikenakan golongan yang berbeda. Di Surakarta motif ini dipakai oleh golongan Punokawan dan Abdidalem jajar priyantaka, didalam tokoh pewayangan, motif kawung ini dipakai oleh Semar, Gareng, Petruk & Bagong.

Ragam motif batik Kawung:

1. Bathik Kawung Picis yang diambil dari nama uang pecahan sepuluh sen.

2. Bathik Kawung Bribil yang diambil dari nama uang pecahan dua puluh lima sen.

3. Bathik Kawung Sen yang diambil dari nama uang pecahan satu sen. Makna corak ini adalah bahwa kehidupan ini akan kembali kepada alam sawung. Maka didalam tradisi dahulu motif ini dipakai untuk penutup orang meninggal.

Alat alat yang digunakan untuk memuat batik :

– Pensil ( untuk pola )

– Kain

– Bidangan

– Canting

– Wajan

– Kompor minyak

– Minyak tanah

– Pewarna Naftol

– Garam Diasol

– Cotton bud

Cara cara membuat batik :

1) Gambal pola yang diinginkan dengn pensil di sebuah karton , kemudian salin / jeplak ke kain .

2) Sesudah mebuat pola , proses pemalaman dengan menggunakan canting dan bidangan agar memudahkan agar tidak mudah rusak.

3) Sesudah proses pemalaman , yaitu proses pewarnaan. Caranya naftol dicampur air panas , sedangkan garam diasol dicampur air dingin . Cara pewarnannya warnakan garam diasol menggunakan cotton bud kemudian pewarnaa naftol , caranya sama seperti garam diasol.

4) Ketika semua pola yang rumit sudah di warnai , baru warna dasarnya. Caranya meredamkan ke cairan garam diasol , baru naftol. Jangan diperas.

5) Setelah selesai pewarnaan dijemur.

6) Setelah kering , barulah proses perolotan malam. Caranya kain direbus di air mendidih jangan matikan kompor. Angkat dan jemur kembali.

Pendapat :

– Orang tua ( ibu ) : lumayan lah , tidak terlalu jelek dan warna yang digunakan sesuai dengan motifnya

– Amborowati ( teman sebangku ) : bagus , tapi ada sedikit kekurangan kekurangan

Kesan :

Kesan saya adalah saya jadi bisa mengetahui seberapa sulitnya membuat batik , sehingga batik begitu berharga bagi Indonesia. Dan belajar menghargai batik J .

———————————- Selesai—————————–

Konstitusi

16 May

00
Indonesia adalah negara dengan berbagai budaya atau sering kita sebut dalam istilah pelajar yang itu entah itu sudah menjadi budaya dari nenek moyang atau mungkin tidak ada istilah baru dalam dunia pendidikan kita itu, selain mengnut ajaran nenek moyang, ok never mind yang penting Indonesia bisa maju,

ok selanjutnya kostitusi yang ada di negara kita ini kurang lebih kayak gini :

KONSTITUSI

Konstitusi (Latin constitutio) dalam negara adalah sebuah norma sistem politik dan hukum bentukan pada pemerintahan negara – biasanya dikodifikasikan sebagai dokumen tertulis – Dalam kasus bentukan negara, konstitusi memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan hukum, istilah ini merujuk secara khusus untuk menetapkan konstitusi nasional sebagai prinsip-prinsip dasar politik, prinsip-prinsip dasar hukum termasuk dalam bentukan struktur, prosedur, wewenang dan kewajiban pemerintahan negara pada umumnya, Konstitusi umumnya merujuk pada penjaminan hak kepada warga masyarakatnya. Istilah konstitusi dapat diterapkan kepada seluruh hukum yang mendefinisikan fungsi pemerintahan negara.

Pengertian Konstitusi
Istilah konstitusi berasal dari bahasa inggris yaitu “Constitution” dan berasal dari bahasa belanda “constitue” dalam bahasa latin (contitutio,constituere) dalam bahasa prancis yaitu “constiture” dalam bahsa jerman “vertassung” dalam ketatanegaraan RI diartikan sama dengan Undang – undang dasar. Konstitusi adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat suatu negara..
Pengertian Konstitusi Menurut Beberapa Ahli
1. K. C. Wheare, konstitusi adalah keseluruhan sistem ketaatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang mmbentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara.
2. Herman heller, konstitusi mempunyai arti luas daripada uud. Konstitusi tidak hanya bersifat yuridis tettapi juga sosiologis dan politis
3. Koernimanto soetopawiro, istilah konstitusi berasal dari bahasa latin cisme yang berarati bewrsama dengan dan statute yang berarti membuat sesuatu agar berdiri. Jadi konstitusi berarti menetapkan secara bersama.
4. Carl schmitt membagi konstitusi dalam 4 pengertian yaitu:
a. Konstitusi dalam arti absolut mempunyai 4 sub pengertian yaitu;
1) Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang mencakup hukum dan semua organisasi yang ada didalam negara.
2) Konstitusi sebagai bentuk negara
3) Konstitusi sebagai faktor integrasi
4) Konstitusi sebagai sistem tertutup dari norma hukum yang tertinggi didalam negara
b. Konstitusi dalam artoi relatif dibagi menjadi 2 pengertian yaitu: :
1) konstitusi sebagai tuntyutan dari golongan borjuis agar haknya dapat dijamin oleh penguasa dan
2) konstitusi sebagai sebuah konstitusi dalam arti formil (konstitrusi dapat berupa terttulis) dan konstitusi dalam arti materiil (konstitusi yang dilihat dari segi isinya)
Tujuan Konstitusi
tujuan konstitusi yaitu:
1. Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang – wenang maksudnya tanpa membatasi kekuasaan penguasa, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela Dan bisa merugikan rakyat banyak
2. Melindungi Ham maksudnya setiap penguasa berhak menghormati Ham orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.
3. Pedoman penyelengaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh

Nilai Konstitusi
Nilai konstitusi yaitu:
1. Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal), tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efgektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen..
2. Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku, tetrapi tidak sempurna. Ketidak sempurnaan itu disebabkan pasal – pasal tertentu tidak berlaku / tidsak seluruh pasal – pasal yang terdapat dalam UUD itu berlaku bagi seluruh wilayah negara..
3. Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja. Dalam memobilisasi kekuasaan, penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik

Macam-Macam Konstitusi
Macam – macam konstitusi Menurut CF. Strong konstitusi terdiri Konstitusi tertulis (dokumentary constiutution / writendari: constitution) adalah aturan – aturan pokok dasar negara , bangunan negara dan tata negara, demikian juga aturan dasar lainnya yang mengatur perikehidupan suatu bangsa didalam persekutuan hukum negara. Konstitusi tidak tertulis / konvensi(nondokumentary constitution) adalah berupa kebiasaan ketatanegaraan yang sering timbul.
Adapun syarat – syarat konvensi adalah:
1. Diakui dan dipergunakan berulang – ulang dalam praktik penyelenggaraan negara.
2. Tidak bertentangan dengan UUD 1945.
3. Memperhatikan pelaksanaan UUD 1945.
 secara teoritis konstitusi dibedakan menjadi:
a) konstitusi politik adalah berisi tentang norma- norma dalam penyelenggaraan negara, hubungan rakyat dengan pemerintah, hubuyngan antar lembaga negara..
b) Konstitusi sosial adalah konstitusi yang mengandung cita – cita sosial bangsa, rumusan filosofis negara, sistem sosial, sistem ekonomi, dan sistem politik yang ingin dikembangkan bangsa itu.

 bedasarkan sifat dari konstitusi yaitu:
a) Flexible /atau luwes apabila konstitusi / undang undang dasar memungkinkan untuk berubah sesuai dengan perkembangan.
b) Rigid atau kaku apabila konstitusi atau undang undang dasar sulit untuk diubah..

 unsur substansi sebuah konstitusi yaitu:
a. Menurut sri sumantri konstitusi berisi 3 hal pokok yaitu:
1. Jaminan terhadap Ham dan warga negara.
2. Susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental(dasar).
3. Pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan

b. Menurut Miriam budiarjo, konstitusi memuat tentang: Organisasi negara HAM Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran hukum Cara perubahan konstitusi.

Syarat Terjadinya Konstitusi
Syarat terjadinya konstitusi yaitu:
a. yang bersifat adil agar suatu bentuk pemerintahan dapat dijalankan secara demokrasi dengan memperhatikan kepentingan rakyat.
b. Melinmdungi asas demokrasi.
c. Menciptakan kedaulatan tertinggi yang berada ditangan rakyat Untuk melaksanakan dasar negara
d. Menentukan suatu hukum

Kedudukan Konstitusi
Kedudukan konstitusi (UUD) Dengan adanya UUD baik penguasa dapat mengetahui aturan / ketentuan pokok mendasar mengenai ketatanegaraan . Sebagai hukum dasar Sebagai hukum yang tertinggi. Jadi pada intinya konstitusi aadalah hukum tertinggi yang hsrus dipatuhi oleh setiap elemen masyarakat dalam suatu negara.

Perubahan Konstitusi
Perubahan konstitusi atau UUD yaitu:
Secara revolusi, pemerintahan baru terbentuk sebagai hasil revolusi ini yang kadang – kadang membuat sesuatu UUD yang kemudian mendapat persetujuan rakyat.
Secara evolusi, UUD/konstitusi berubah secara berangsur – angsur yang dapat menimbulkan suatu UUD, secara otomatis UUD yang sama tidak berlaku lagi.
Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi yaitu: keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi nampak pada gagasan dasar, cita – cita dan tujuan negara yang tertuang dalam pembukaan UUD suatu negara. Dasar negara sebagai pedoaman penyelenggaraan negara secara tertulis termuat dalam konstitusi suatu negara
Keterkaitan konstitusi dengan UUD yaitu: Konstitusi adalah hukum dasar tertulis dan tidak ter tulis sedangkan UUD adalah hukum dasar tertulis. Uud memiliki sifat mengikat oleh karenanya makin elastik sifatnya aturan itui makin baik, konstitusi menyangkut cara suatu pemeritahan diselenggarakan.

PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN POLITIK DI INDONESIA BERDASARKAN NORMA-NORMA DAN ETIKA

15 May

index

Di masa Orde Lama, sebenarnya pembangunan karakter sudah dimulai, sayangnya banyak ditunggangi paham Nasakom yang kemudian gagal. Dalam era Orde Baru, Soeharto pun sudah menjalankan program P4, tapi akhirnya menimbulkan skeptis karena kuatnya kesan “kuningisasi” tanpa ada keteladanan. Karena itu, saatnya para pimpinan bangsa mulai mereaktualisasikan kembali Pancasila yang berfungsi sebagai rambu-rambu dan aturan mapan konstitusi, sehingga para pemain di pentas politik mengetahui persis posisinya agar tidak terjebak off side dan berpolitik an sich. Berpolitik untuk politik tanpa miliki korelasi dengan kehidupan kesejahteraan umum serta tujuan luhur berbangsa. Jika kita mencermati, para founding fathers mengawali kemerdekaan bangsa ini dengan menggulirkan nation and character building. Bung Karno menyatakan bangsa ini harus dibangun mendahulukan pembangunan karakter, karena character building inilah yang mesti dibangun lebih dahulu dibandingkan aspek-aspek lainnya.
Pancasila sebagai pandangan politik pada hakekatnya bukanlah merupakan pedoman langsung yang bersifat normatif atau praktis melainkan merupakan suatu sistem nilai-nilai etika yang merupakan sumber norma baik meliputi norma MORAL maupun norma HUKUM. Kita melihat bahwa dalam kehidupan politik itu nilai pancasila haruslah dijunjung tinggi, karena ketika kita berbicara mengenai politik pastilah menyangkut rakyat. Ketika rakyat menyampaikan aspirasinya disitulah politik berbicara dengan mendengarkan aspirasi rakyat tersebut dengan berlandaskan nilai pancasila sila ke-5. Lalu masalah norma, Norma Moral adalah norma yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik maupun buruk, sopan atau tidak sopan, susila atau tidak susila. Berbicara mengenai norma seharusnya bangsa Indonesia mempunyai norma yang baik diantara sesama manusia namun terkadang tingkah laku manusia yang sangat demokratis ketika beraspirasi terkadang demokratis tersebut berubah menjadi sikap yang anarkis, sehingga memicu terjadinya kekerasan yang berujung pada pelanggaran norma-norma. Lalu ada Norma Hukum, yaitu norma yang berkaitan dengan suatu sistim peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara Indonesia. Kekerasan yang paling banyak terjadi di Indonesia berdampak dengan dikeluarkannya sanksi norma hukum. Sanksi norma hukum tersebut bisa berupa hukuman penjara atau denda.

Berbicara Politik di Indonesia membuat orang semakin tidak peduli dan menjerit, karena keadaan politik yang semakin berantakan ditambah lagi korbannya adalah rakyatnya sendiri. Politik Indonesia yang sudah berantakan namun tidak ada realisasinya dari pemerintah terkait membuat rakyat harus turun ke jalan demi mendapatkan simpati dari para pejabat terkait. Mereka cenderung berorasi bahkan sampai terlibat bentrok dengan pihak berwenang semakin memperparah keadaan dan merusak nilai pancasila sila ke-3. Tingkah laku dari pihak yang berwenang pun sungguh tidak mempunyai etika. Aparatur negara yang seharusnya bisa melindungi dan mengayomi masyarakatnya justru memperlakukan manusia seperti hewan. Lihatlah pada kasus Mesuji dan Bima. Akhirnya rakyat Indonesia pun harus merasakan kekecewaan ketika pemerintah hanya bisa berjanji tanpa melakukan suatu aksi. Sekalinya pemerintah melakukan suatu aksi terkadang aksi yang dilakukannya tersebut justru membuat rakyat miskin semakin miskin karena tidak adanya pengawasan ketika aksi tersebut sudah dijadikan program yang utama. Kasus demi kasus bermunculan dan membuat korban banyak berjatuhan. Sungguh nilai pancasila yang ada tidak lagi ditanamkan dalam diri kita masing-masing.

Sudah lama bangsa Indonesia merdeka namun masyarakat sekarang belum bisa untuk membebaskan dirinya dari perbuatan-perbuatan yang menyakiti sesama manusia. Begitu juga dengan norma, norma yang sudah dibuat berdasarkan hasil keputusan bersama lama kelamaan justru dilanggar dan diacuhkan. Etika yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita harus mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan berbagai ajaran moral tidak dilakukan. Hal ini tidak dilakukan karena kekuasaan (power) dan kewenangan yang berlebihan dan salah. Sehingga sikap egois dan pemaksaan bermunculan lalu menilai bahwa nilai etikanya sudah tidak ada lagi. Seperti nilai pancasila dari sila 1-5 sudah menuntut agar kekuasaan dalam negara dijalankan sesuai dengan:
1. Asas Legalitas
2. Demokrasi
3. Prinsip Moral

Kita harapkan, dengan menggemakan kembali Pancasila sebagai detak jantung bangsa, hiruk pikuk politik tidak lagi mengkuatirkan, karena bukan lagi berjalan di ruang hampa, tapi berkorelasi terhadap kemajuan dan kesejahteraan umum, bahkan semangatnya memperkuat konstitusi kita sebagai arah membangun peradaban bangsa kedepan. Sehingga pada waktunya kita pun bisa secara tenang meyakini NKRI yang memang built ini dengan demokrasi Pancasila akan terus berdiri tegak hingga akhir jaman selain itu kita semua harus mempunyai sikap kebijaksanaan sehingga tidak mudah terpancing untuk bersikap anarkis. Selain itu pemerintah secara operasional harus melaksanakan suatu pengambilan keputusan, kebijakan, pembagian, dan alokasi yang bersifat tidak merugikan seluruh elemen masyarakat. Masyarakat yang terdiri dari berbagai ras, suku, bahasa, dan agama hendaknya saling bersatu dan mematuhi norma-norma yang ada agar teciptanya persatuan dan kerukunan bangsa.

Perkembangan Kebaya

15 May

model-kebaya-modern-2012-2013-2014-anne-avantie-terbaru-232x300Tahukah anda bahwa kata kebaya berasal dari akar kata bahasa Arab ‘Kaba’ yang artinya ‘pakaian’. Dikenalkan pertama kali lewat bahasa Portugis kala mereka menginjakkan kaki di Asia Tenggara. Kebaya merupakan atasan atau blouse yang dipakai pertama kali oleh para wanita Indonesia pada abad ke-15. Jauh sebelum dikelompok-kelompokkan, pakaian kebaya hampir merata dikenakan oleh para wanita Indonesia sehingga pihak istana berusaha membuat pembeda dengan membuat kreasi-kreasi tersendiri. Sutra, kain beludru dan juga kain brokat dipilih pihak istana ketika itu.

Walau model baju kebaya saat ini sudah jauh beda dengan model baju kebaya tempo dahulu, tapi para desainer baju kebaya seperti Anne Avantie enggan melupakan kekhasan yang terdapat pada baju kebaya tempo dulu. Wajar saja, karena kalau ciri khas kebaya sudah hilang tentu tidak bisa lagi disebut baju kebaya. Perkembangan baju kebaya sekarang ini telah menciptakan kelas-kelas baju kebaya yang beragam. Ada kebaya tradisonal, kebaya jawa, kebaya modern, kebaya muslim, kebaya pengantin dan bahkan kebaya untuk wisuda pun ada. Saat ini baju kebaya menjelma menjadi industri fashion dengan daya tarik luar biasa bagi yang mengenakan. Seorang wanita begitu tampil anggun, cantik juga indah lewat baju kebaya kombinasi brokat/tile dengan batik atau dengan kombinasi-kombinasi lain.

Kebaya encim adalah kebaya tradisional yang dulu hanya dipakai oleh noni Belanda, sehingga di sebut juga kebaya nyonya. Bagi kebanyakan orang, kebaya encim adalah jadul di masa sekarang ini. Namun begitu, seiring gencarnya para desainer kebaya memperkenalkan kembali kebaya tradisonal kepada khalayak, kini kebaya encim mulai di suka para wanita. Mereka tidak sungkan lagi mengenakannya pada berbagai acara, bahkan acara resmi sekalipun. Mereka memadukan kebaya mereka dengan pareo (bahan yang pemakaiannya dililit) atau dengan rok batik dan bahkan dengan jins.

Inovasi dari kebaya tradisional adalah kebaya modern. Para desainer berusaha untuk menampilkan nuansa yang lain dari kebaya tradisonal, maka lahirlah kebaya modern. Ciri kebaya modern adalah simpel, penuh permainan warna dan kreasi yang bebas namun tetap dengan pakem tradisional. Bagi anda yang bosan dengan gaya “tradisional” bolehlah mencoba kebaya modern terbaru seperti ini.